Program studi Pendidikan Bahasa Prancis UNNES kembali menunjukkan kontribusinya bagi pengembangan sumber daya manusia pariwisata Indonesia. Melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Peningkatan Kualitas Layanan Pariwisata Berbahasa Prancis melalui Talent Scouting Guide Bahasa Prancis 2026”, tim pengabdian LP2M UNNES menggandeng Authentic Indonesia/KBA Grup untuk melatih calon pemandu wisata berbahasa Prancis di Yogyakarta pada 2–5 Juni 2026.

Sebanyak sembilan mahasiswa dan alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis UNNES mengikuti rangkaian pelatihan ini. Tujuannya adalah mempersiapkan calon pemandu wisata yang siap melayani wisatawan asal Prancis maupun negara-negara berbahasa Prancis lainnya (frankofon), sesuai kebutuhan industri pariwisata nasional yang terus berkembang.

Kunjungan Industri dan Pembukaan Resmi

Kegiatan diawali dengan kunjungan ke kantor Authentic Indonesia/KBA Grup di kawasan Maguwoharjo, Depok, Sleman. Di sana, peserta diperkenalkan pada profil perusahaan, struktur organisasi, serta peran masing-masing divisi dalam layanan wisata internasional oleh Manajer Operasional Authentic Indonesia, Firdaus Akbar.

Upacara pembukaan kemudian digelar di Srawung Restaurant, kawasan Prambanan. Ketua tim pengabdian, Dr. Mohamad Syaefudin, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan SDM pariwisata yang menguasai bahasa asing sekaligus memiliki keterampilan profesional di lapangan.

Ia menambahkan bahwa sektor pariwisata membutuhkan pemandu yang tidak sekadar fasih berbahasa asing, tetapi juga memahami teknik interpretasi destinasi, komunikasi lintas budaya, dan pelayanan wisatawan secara profesional. Penandatanganan naskah kerja sama antara UNNES dan Authentic Indonesia/KBA Grup turut dilakukan pada kesempatan ini, bersamaan dengan penyerahan buku pemanduan wisata dan website pelatihan guide Bahasa Prancis hasil pengembangan UNNES.

Pelatihan Intensif dan Praktik Lapangan

Selama tiga hari berikutnya, peserta menjalani pelatihan intensif di Lawang Kayu Homestay dan kawasan wisata Prambanan, mencakup teknik guiding, pelayanan wisatawan, komunikasi lintas budaya, interpretasi situs warisan budaya, hingga praktik lapangan langsung bersama wisatawan mancanegara.

Instruktur pelatihan, Drs. Murteja, menilai peserta memiliki bekal teori bahasa Prancis yang baik dari bangku kuliah, sehingga fokus pelatihan diarahkan pada penerapan praktis di lapangan, khususnya saat berinteraksi langsung dengan wisatawan di kawasan Candi Prambanan.

Puncak pelatihan ditandai dengan sesi escorting bersama instruktur profesional, di mana peserta mempraktikkan pemanduan wisata secara langsung kepada wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Prambanan—termasuk wisatawan dari Prancis, Jerman, Inggris, Australia, Italia, dan Irlandia.

Pengalaman Berharga bagi Peserta

Bagi para peserta, pengalaman mendampingi wisatawan asing secara langsung menjadi momen yang berkesan. Salah satu peserta mengaku sempat merasa gugup saat pertama kali berinteraksi dengan penutur asli bahasa Prancis, namun praktik lapangan membuatnya lebih percaya diri menjelaskan sejarah dan legenda Prambanan kepada wisatawan.

Peserta lain merefleksikan bahwa profesi pemandu wisata menuntut lebih dari sekadar penguasaan materi—dibutuhkan juga kemampuan membangun suasana yang nyaman dan menyesuaikan cara penyampaian informasi dengan karakter masing-masing wisatawan.

Harapan ke Depan

Melalui program ini, UNNES dan Authentic Indonesia berharap dapat melahirkan pemandu wisata berbahasa Prancis yang profesional, percaya diri, dan siap berkontribusi meningkatkan kualitas layanan pariwisata Indonesia. Kegiatan ini sekaligus menjadi contoh nyata sinergi antara perguruan tinggi dan industri dalam menyiapkan SDM unggul yang mampu bersaing di tingkat global.

Sumber: Dr. Mohamad Syaefudin, M.Pd. (Ketua Tim Pengabdian), dipublikasikan di Kompasiana, 11 Juni 2026.